Teladan, Puasa Nabi Shallallahu’alaihi wassallam

ramadan-mubarak-of-kareem-ramadhan-306306

Ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam menjadi contoh bagi Umat Islam untuk menjalankannya. Termasuk berpuasa.

Tak mudah mengikuti seperti apa yang diberikan dan disampaikan oleh Rasul Shallallahu’alaihi wassallam. Sebab, Rasulullah adalah teladan terbaik bagi seluruh umat manusia.

Dalam Al-quran, Allah memuji Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam sebagai suri teladan yang baik bagi umat. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS al-Ahzab [33]: 21). Hal ini menunjukkan bahwa akhlaq dan pribadinya sangat baik dan mulia.

Bahkan, dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu’anha dinyatakan bahwa akhlaq Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam itu senantiasa merujuk pada Al-quran.

Karena itu, sudah selayaknya umat Islam mencontoh dan meneladani kepribadian Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam dalam segala hal, termasuk puasa. Berikut beberapa cara yang biasa dilakukan Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam dalam menjalankan ibadah puasa dan menghidupkan Ramadhan.

Berniat puasa sejak malam

Diriwayatkan dari Hafsah, ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam bersabda: “Barang siapa yang tidak berniat untuk puasa Ramadhan sejak malam, maka tak ada puasa baginya.” (HR Abu Dawud).

Mengawali dengan sahur

Setiap akan berpuasa, Rasul Shallallahu’alaihi wassallam selalu makan sahur dengan mengakhirkannya, yakni menjelang datangnya waktu imsak.

Menyegerakan berbuka dan shalat

Dan ketika berbuka itu, Rasul Shallallahu’alaihi wassallam hanya memakan tiga biji kurma dan segelas air putih, lalu segera berwudhu untuk mengerjakan shalat Maghrib secara berjamaah.

Dari Abu ‘Athiyah radhiyallahu’anhu, dia berkata, “Saya bersama Masruq datang kepada Aisyah radhiyallahu’anha. Kemudian Masruq berkata kepadanya, “Ada dua sahabat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wassallam yang masing-masing ingin mengejar kebaikan, dan salah seorang dari keduanya itu segera mengerjakan shalat Maghrib dan kemudian berbuka. Sedangkan yang seorang lagi, berbuka dulu baru kemudian mengerjakan shalat Maghrib.” Aisyah bertanya, “Siapakah yang segera mengerjakan shalat Maghrib dan berbuka?” Masruq menjawab, “Abdullah bin Mas’ud.” Kemudian Aisyah berkata, “Demikianlah yang diperbuat oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wassallam.” (HR Muslim No 1242).

Memperbanyak ibadah

Selama bulan Ramadhan, Rasul Shallallahu’alaihi wassallam senantiasa memperbanyak amalan, seperti shalat malam, tadarus Al-quran, zikir, tasbih, dan sedekah.

I’tikaf

Memasuki 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, Rasul Shallallahu’alaihi wassallam meningkatkan aktivitas ibadahnya, terutama dengan i’tikaf.  (sef/rol)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s